Friday, August 30, 2013

Nyinyir = Idealisme Berlebihan dan Budaya Permisif.


"Di dunia ini, barangkali tidak ada hal baik yang direspon dengan sempurna positif. Hal yang paling benar sekalipun, yang ditujukan untuk kemaslahatan umum, dan meski sudah dikuatkan dengan justifikasi yang bertanggungjawab, selalu menyisakan reaksi-reaksi negatif."

Jika kita sedang dalam kerumunan bersama teman–teman, terus ada orang lewat yang dengan sengaja memamerkan segala kelebihannya dari tampilan fisik juga yang melekat pada tubuhnya yang serba WOW itu –walaupun orang itu tidak merasa ingin diperhatikan dan terkadang manusia berpakaian dan berpenampilan sedemikian rupa hanya untuk merasa nyaman dan pede aja– apa yang terlintas dalam pikiran kita? Pasti kita nggak bisa menahan gerakan mulut kita untuk ngomongin si manusia yang barusan lewat itu. Gosip. Adalah hal biasa bagi setiap orang, khususnya pada wanita atau lelaki yang kewanita-wanitaan (Maybe). Tapi saking asyiknya ngegosip, ujung–ujungnya malah jadi pada nyinyir. Dan bumbu nyinyir itu enak banget rasanya. Bagaikan sayur tanpa garam, kalo gosip nggak dibumbui dengan nyinyir, akan berasa ada yang hambar kali ya. Wait! Enak? Yeah, enak buat yang nyinyir tapi engga buat mereka yang dijadikan objek nyinyir.

Kenapa sih orang banyak sekali yang nyinyir? Gini deh, kenapa sih orang Indonesia banyak banget yang senang ikut campur atau mengurusi urusan orang lain? Mungkin karena budaya di Indonesia ini cenderung berkelompok, berkoloni, sampai ada istilah untuk suku bangsa tertentu yang menyatakan, “Makan nggak makan, yang penting ngumpul”. Itulah, Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan, dan cenderung untuk memihak pada satu kelompok di mana ia berasal, sehingga rasa pembelaan terhadap kelompok itu sangat kuat. Senangnya ngumpul sambil membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan. Dan jika ada suatu hal yang berbeda, yang lain daripada yang lain, yang tidak sama dengan apa yang ada di kelompoknya, maka itu akan menjadi hal yang mengusik perhatiannya dan menimbulkan anggapan tersendiri. Terus apa hubungannya dengan nyinyir?

Nyinyir atau sinis biasanya diutarakan dalam bentuk pernyataan atau perkataan terhadap suatu hal yang dirasa menarik perhatian. Mungkin ada kecenderungan si orang yang nyinyir tersebut iri kepada orang yang dia “nyinyiri”, merasa lebih dari orang lain, sehingga jika ada orang yang melebihi dirinya dalam segala hal apalagi jika orang yang bersangkutan itu tidak disangka– sangka bahwa dia punya kelebihan itu maka dia akan merasa tersaingi hingga menimbulkan rasa tidak suka, atau dalam kondisi yang lebih parah, dia memulai permusuhan dengan orang tersebut, baik melalui kata–kata yang bisa menjatuhkan mental, atau pun melalui gerakan tubuh juga tindak–tanduk yang jelas menunjukkan bahwa dia tidak suka. Dan nyinyir ini biasanya muncul saat seseorang yang bersangkutan itu mendapati sebuah kejadian atau suatu hal yang mengganggu perhatiannya alias “gengges” banget buat dia, hingga dia akan merasa puas jika sudah menyalurkan kata–kata nyinyirnya itu, baik melalui teman–temannya, atau social media. Ya! Penyakit bangsa Indonesia yang sedang booming saat ini adalah nyinyir lewat social media.

Coba perhatikan, jika kita termasuk yang aktif menggunakan jejaring Facebook dan Twitter bahkan Path, jejaring sosial yang cukup banyak digunakan oleh orang Indonesia. Kita sering menemukan status–status yang isinya marah–marah, menggerutu sama orang, nyindir orang, ataupun meledek sinis terhadap apa yang seseorang lakukan, bahkan kata–kata itu sangat lebih dari cukup untuk mewakili kebodohan–kebodohan yang dilakukan oleh orang–orang di sekitarnya. Bukan kah ini sebuah penyakit? Nyinyir berlebihan itu adalah penyakit hati!
 
Kita cukup banyak menyaksikan kesalahan dan kebodohan orang–orang di sekitar kita, kita punya pendapat tersendiri tentang segala hal, dan kita merasa orang lain kebanyakan salah. Pendapat kita lah yang lebih baik. Namanya juga manusia. Boleh saja punya anggapan demikian, asal pendapatnya masuk akal, disampaikan dengan maksud memberi teguran atau memperbaiki kesalahan seseorang, tapi alangkah bijaknya jika menyampaikan hal tersebut dengan kata–kata yang sopan agar tidak menyinggung pihak–pihak tertentu. Saya menulis tentang ini di blog, saya bisa dikatakan sebagai “orang yang punya pendapat sendiri tentang segala hal” itu, tapi setidaknya saya masih berobservasi dan berusaha menyusun kata–kata yang masih bisa dianggap sopan menurut saya. Bukannya sok bijak, tapi hidup ini kan bersosialisasi, dan tidak menutupkemungkinan bahwa suatu saat mereka yang kita nyinyirin itu lah yang akan membantu kita di saat susah atau lagi ada masalah. Hidup ini berputar kawan! Kadang diatas, kadang dibawah. Jangan terlalu sombong!

Entah apa yang menjadi alasan banyak orang menumpahkan kata–kata nyinyirnya lewat social media. Entah artis, pejabat, sutradara film, stand up comedian, doktor, professor, mahasiswa, pegawai kantoran, pelajar, bahkan kaum “underdog” pun masih bisa aja nyinyir. Ketidakpuasan, ketidaknyamanan, dan ketidakbersyukuran atas apa yang sudah dimiliki saat ini, merupakan alasan utama yang menghalalkan perilaku kenyinyiran sejauh yang saya amati. Tapi saya kurang tau, apakah dalam kehidupan nyata mereka selalu berkata nyinyir, ataukah hanya melampiaskannya lewat social media saja, khususnya Twitter. Yang saya tahu pasti, saya punya teman yang hobinya nyinyir blak–blakan right in front your face. Saya akui, cara pandang semacam ini bukan hal yang bagus untuk dibiasakan. Mungkin sudah bawaan manusia bahwa, ego untuk merasa lebih berharga dibanding yang strata sosialnya lebih rendah cenderung menguasai pola pikir yang sehat. Saya sendiripun tidak jarang terkuasai oleh ego dan ambisi itu. Itu memang tantangan bagi setiap orang yang berusaha, meski sedikit, untuk menyebarkan kebaikan dan hal positif, meski dalam taraf yang kecil.
 
Dalam pandangan saya, jika suatu idealisme hidup di tengah-tengah budaya permisif, maka idealisme akan cenderung dipandang negatif. Pola budaya permisif semacam ini, menurut saya, tidak boleh dilestarikan, atau malah dicarikan pembenaran. Bersosial pun ada hukumnya. Lain halnya jika kita hidup sendiri, atau mungkin memang ada seorang yang introvert dan anti sosial? Apa perlu saya bilang WOW terus koprol untuk pendapat seseorang yang lebih mirip kepada penghinaan?

Nyinyir, sayapun tak tahu persis apa kosa kata ini telah terdaftar secara resmi di KBBI atau belum. Tapi unik juga sih kalau mendengar kata ini, agak-agak lucu jika diucapkan, semacam ada rasa pedas bermakna keluhan bila mengaitkan kata ini untuk sebuah peristiwa atau kejadian yang menyebalkan.

Setelah saya cek di internet, ternyata nyinyir itu berarti mengulang-ulang perintah, atau dengan kata lain, cerewet. Sering kali kata ini saya dapatkan di internet, terutama twitter, kala seseorang dilihat cuma bisa ngomong doank, padahal kerja pun belum tentu bisa, kontribusi pun belum tentu ada. Dan mungkin fenomonena nyinyir sedang nge-trend sekarang ini, saat beberapa isu nasional maupun internasional sekalipun sedang asyik tuk di-nyinyir-in.
Semua hal di-nyinyir-in. Jabat tangan menteri komunikasi dengan ibu negara Amerika Serikat, nyinyir. Pedagang stasiun yang bersusah payah membela hak-haknya, nyinyir. Perda larangan berboncengan dengan duduk mengangkang, nyinyir. FPI yang menegakkan nahi mungkar, nyinyir. Bahkan berprasangka baik terhadap partai yang terkena kasus korupsi pun di-nyinyir-in, Gila.. sekedar berprasangka baik saja di-nyinyir-in. duh.

Nyinyir itu asyik, puas rasanya saat mengomentari seseorang yang terkenal bersih dan alim ternyata tersangkut kasus korupsi. Nyinyir itu sarana melampiaskan emosi, saat suatu hal berjalan tidak sesuai dengan kehendak dan pemikiran kita. Nyinyir itu mudah, cuma sekedar duduk santai mengeluh dan mengkritik segala hal yang tidak sesuai dengan pendapat kita, dimana disaat yang bersamaan orang-orang lain sibuk bekerja dan bertindak nyata. C'mon get a life and do something better!
Nyinyir itu budaya, karena sejak dulu leluhur kita memang terkenal sebagai seorang pujangga yang jago bersilat lidah. Sehingga banyak yang beralasan bahwa nyinyir adalah faktor keturunan. Benar juga sih, tapi saat nyinyir hanya bisa berdampak negatif, membuat orang emosi, dan memancing permusuhan, nyinyir tidak lebih dari aktivitas yang penuh kesia-siaan. Apalagi nyinyir-nya sudah sampai tingkatan ghibah, wah itu sudah masuk zona merah..
Mungkin karena nyinyir pula lah yang membuat Indonesia menduduki peringkat 5 besar pengguna Twitter terbanyak di dunia, apapun dikicaukan. Sehingga setidaknya ada yang bisa dibanggakan dari negeri ini walau sekedar nyinyir lewat Twitter-an. Bangga?

Ya,
Bangga kah kalian dengan budaya baru ini?


(Dirangkum dari http://anakaseliindonesia.wordpress.com dan http://tegarhamzah.blogspot.com.)

Saturday, July 13, 2013

Why Does God Test Us?

"Does God sometimes test our faith by letting hard times happen to us? If so, why does He do it? Doesn't He already know whether or not our faith is genuine?"

Sometimes God does test our faith, just as He tested the faith of the ancient Israelites by allowing them to go through hard times in the wilderness, "in order to know what was in your heart". Remember: If our faith is weak, it may not be obvious when life is going smoothly and we aren't challenged in any way. But when hard times come, a weak faith will be revealed for what it really is: shallow and unable to help us through life's difficulties. It may be anything: an unexpected illness, the death of a loved one, the loss of our job, or even a friend who turns against us. But when hard times happen, the true nature of our faith will be revealed.

But God doesn't test us because He doesn't know how strong we are, instead, He tests us because we don't know how strong we are. 

God tests us so we can experience victory. He walks in faith and believes we will win every test. He is like a proud parent who tells their child to "Go out there and show them what you can do," expecting them to win.
God allows us to enter into faith combat so we can see His deliverance and victory over our adversary. As we are faithful where we are (the test), God will give us a larger sphere of responsibility. -- and we'll only realize it when times of testing come. The psalmist prayed, "Search me, O God, and know my heart; test me and know my anxious thoughts".

None of us likes to go through hard times (and God isn't necessarily behind them, even if He does allow them). But God can use them to show us our weaknesses. And when that happens, we need to ask God to help our faith grow. Testing should make us spiritually stronger -- and it will as we turn it over to God. The Bible says, "Consider it pure joy, my brothers, whenever you face trials ... so that you may be mature and complete".

(http://www.billygraham.org)

Wednesday, July 10, 2013

Mukjizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia.




"Puasa itu juga bermanfaat u/ kesehatan. Jadi gak ada salahnya kita yang non-muslim ikutan berpuasa, loh. Ini tahun ke- 5 gue bertoleransi."

Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

Inilah 20 Mujizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui
Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin saat ibu hamil berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan
Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.
8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.
9. Pengaruh pada hormon virgisteron
Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual
Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. 

Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia. Selain umat Muslim, jadi gak ada salahnya kan bila kita ikutan berpuasa? Toh, buat kesehatan kita juga.


(Disalin dari www.kompas.com)