Friday, February 11, 2011

The Absurdity of Happiness



"Happiness is a state of mind or feeling characterized by contentment, love, satisfaction, pleasure, or joy. A variety of biological, psychological, religious, and philosophical approaches have striven to define happiness and identify its sources." (Wikipedia)

Hi, all!

I was pondering the concept of happiness today. I realized that moments of pure bliss are just that, moments. Short bursts of happiness. Complete and utter happiness is not a permanent state of mind. My theory is that we all have some sort of baseline happiness in our lives. You know, like when you're looking at a chart and you see the peaks and the valleys and then you see some sort of average line running straight in the middle. That would be our baseline happiness. Sometimes we are happier than average and sometimes we are not.

Does this sound depressing?
That we can't handle utter bliss all the time? Well, not to worry, you see, the middle will become higher up if the peaks are more frequent. They do not necessarily have to be really high as long as they are above average.

Since I was a child, I'm trying to find more of these smaller peaks of happiness to raise the average level of happiness. Appreciating the smaller things in life. Like the flowers blossoming in the city gardens. Very pretty. A beautiful song. A toys, A hug. A smile. You know, all these little things.

This is one of the more important thoughts I've had I think. And one of the most profound insights. I mean, if I am of the opinion that the only way I'm going to be happy is by winning the lottery, then I'd be destined for a life of misery because I very rarely play the lottery. But if I am of the opinion that I should be happy because I have good friends and family and enough sense to appreciate them, then I'm probably more on the track of happiness.

This is not to say that there are issues in my life. As for everyone else there are problems to be dealt with and stress to be handled, but if I just can stop for a while and smell the magnolias and the newly mowed lawn and watch the snail trailing a path (and maybe even save it from certain death by bike) then I don't think I'm a lost cause for happiness.

What makes people happy and is it safe, and reasonable to encourage them to pursue it? Yet we have never agreed on a single definition of happiness. Is it well being? Is it wealth? Is it the abundance of love and respect?

What do you think?


Again, what is happiness?
The term has evolved over the years, changing its meaning, encompassing more and more complex dimensions. What we all know and what is basic is the moments. Like the waves on the shore that are formed at the moment and lost in a moment. They exist for a moment, arising from the sea of life.

Happiness is an incomplete term, in terms of dimension as well as meaning. What people think as happiness is something else. Happiness, as in real-world-sense, may come from memories of happy moments, the anticipation of good and happy moments to come, and of course the happiness now. Comparing the three version of happiness, no one will argue that the moments we living now is the most important, and being happy now matters the most. I mean , that feels good.

So, what matters is living the moments. Because, each moment lived is lost forever. Each flicker of happy moment is blown into the darkness of cold nights stretched over an infinity of moments that wait ahead. If happiness were an eternal thing to carry, no one would be sad in the world, as each one of us had many happy moments in our life. But we cant hold even a moment of beatification as a memento of happy life .Its because, what matters is the moment NOW. Each moment is lived and lost. Memory is just a picture of the happy corpse.

One day you were very happy, say you fulfilled something you have been dreaming for a long time. You say you are the happiest person in the world. But, just then you return home to find your beloved mother dead. That happiness is lost. The moment of happiness was gone. Now you have the moment of grief. Its all moments. In time, the happy as well as the sad moments will be lost. All, you will have left is memories. Fucking pictures. You don't cry all your life over a sad moment lived. So you don't rejoice over the happiest moment lived.

What is even more intriguing is the nature of happiness and sorrow. While sorrows are more lasting than happiness which is extremely transitory, like bubbles in water, like sound in air, like orgasm, like the hit of heroin. Yet, everyone is busy ensuring happy moments. Everyone is investing his moments in hand, like black earned money is invested in useless lavish extravagances. Instead of living the moments, people are busy securing their moments to come.

There so much of worries for the moments to come, that we almost forget whats in hand. While making love, one is worried about the moments to come. About the years to come. Will she/he leave me? Will our love last forever?  But no one sees what we have now. That they love each other now, at the very moment. Their souls plunging into deep sea of ecstasy. The moment will be lost forever. A similar moment will come, but why worry about that? Why let that happiness be the slave of social commitments.

If you still think that's all bullshit, choose one of them!

I was happy then.

I am so happy now.

If I do this I will be happy (world is not certain , remember!).

Well, if only someone knew what happiness is and understood it fully, I am afraid that every element of it would appear artificial and that we would be forgeting it very soon with the inefficient worldly tools. Like we have forged humanity .

Thursday, February 10, 2011

Finding Neverland



Finding Neverland?

Yup, melalui salah satu acara televisi asal Amerika yang gue tonton kemarin malam, gue sendiri juga baru tahu kalau arti dari dua kata tersebut ternyata memiliki makna yang begitu luas. Tadinya gue pikir kata itu hanya ada di dalam judul film fiksi yang dibintangi oleh Johnny Depp dan Kate Winslet atau hanyalah nama dari taman bermain yang dibuat oleh seorang Michael Jackson saja. Diluar dugaan, Finding Neverland merupakan salah satu prinsip untuk mencetak dan meraih kesuksesan.

Ingin tahu rahasianya?
Mengapa disebut "Finding Neverland"?

Kepuasan : Masih ingatkah kamu ketika baru pertama kali bisa naik sepeda, menyetir mobil? Masih ingatkah kamu ketika pertama kali merasakan secara nyata bagaimana naik kelas, lulus sekolah, ataupun mendapatkan gaji pertama? Nah, apa yang kamu dapatkan dari semua “pengalaman pertama” tersebut? Yup, kepuasan! Ketika pertama kali kita lulus ujian, berhasil mengendarai sepeda, menyetir mobil, naik ke kelas yang lebih tinggi, mendapat gaji pertama, kita semua pasti merasakan kepuasan. Kepuasan karena berhasil melakukan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya ini ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa. Karena kita puas, kita ingin mencoba lagi, lagi dan selalu mencoba untuk semakin berkembang. Jika pertama kali kita belum terlalu mahir, kali-kali berikutnya kita berusaha untuk menjadi lebih baik dari yang pertama kali. Akhirnya, kita bisa menjadi mahir.

Jadi kepuasan, mendorong kita untuk maju. Kepuasan juga mendorong kita untuk mencoba lagi dengan cara yang lebih baik. Kepuasan memberi semangat bagi kita untuk mengasah keterampilan, dan belajar. Nah, Kepuasaan dan keinginan itulah yang dikatakan sebagai 'Finding Neverland'.

Penemuan Baru : Dengan mencoba sesuatu yang baru, seringkali kita menemukan hal-hal baru. Kita menemukan mana yang bisa menyebabkan kegagalan, mana yang bisa membawa keberhasilan. Ketika kita mencoba naik sepeda untuk pertama kali, biasanya kita akan jatuh. Dari kejatuhan ini, kita belajar bagaimana lain kali agar tidak jatuh lagi. Motivasi ini menyebabkan kita terdorong untuk mengeksplorasi cara-cara baru lagi yang belum pernah kita lakukan sebelumnya agar terhindar dari kejatuhan kedua kalinya. Jika, ternyata kita masih jatuh juga, kita terdorong untuk mencoba cara lain lagi, sampai akhirnya kita bisa menemukan cara untuk mengendalikan sepeda dengan baik.

Jadi, mencoba sesuatu yang baru akan memberikan inspirasi bagi kita untuk mendapatkan temuan-temuan baru yang bermuara pada pencarian terhadap keberhasilan. Jika kita mencari, pasti kita akan mendapatkannya. Nah, Penemuan itu juga bisa dikatakan sebagai 'Finding Neverland'.

Pandangan Baru : Dengan mencoba sesuatu yang baru, pandangan dan wawasan kita juga menjadi lebih terbuka. Jika pada awalnya kita hanya mengenal kota kelahiran kita semata, setelah kita pertama kali mengunjungi kota lain, ternyata kita mendapatkan pandangan baru terhadap dunia dan kehidupan ini. Ternyata, udara masih ada yang terasa segar, tidak terpolusi seperti di Jakarta. Ketika kita pertama kali belajar di universitas, kita banyak bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah yang ikut belajar di tempat yang sama. Di sini kita belajar bahwa, terdapat berbagai macam karakter orang, termasuk juga karakter yang positif. Kita juga bisa belajar dari kualitas positif yang dimiliki orang lain yang baru pertama kali kita kenal. Dengan demikian, wawasan kita menjadi lebih diperkaya, demikian juga dengan pengetahuan kita, dan keahlian kita (kita bisa saling membagi pengetahuan, dan keterampilan dengan orang- orang yang pertama kali kita temui). Pandangan baru itu lah yang kembali dikatakan sebagai 'Finding Neverland'.

Prestasi Baru : Dengan mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita tidak akan tahu bahwa kita ternyata mampu mengukir prestasi baru. Seorang atlet yang pernah meraih medali perak, akan berusaha mengukir prestasi yang lebih unggul yang belum pernah ia raih sebelumnya. Hanya dengan semangat seperti inilah, rekor-rekor lama di pertandingan olah raga nasional dan internasional berhasil ditumbangkan oleh rekor-rekor baru. Hanya dengan mencoba melakukan suatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita bisa mendorong kemampuan kita melebihi apa yang kita perkirakan. Tanpa mencoba yang lebih, kita tidak akan pernah bisa mengukur kemampuan maksimal kita. Prestasi yang diraih juga ikut membentuk terciptanya 'Finding Neverland' seseorang.

Kegagalan : Selain hal-hal yang positif, tentunya, mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah kita lakukan, mengandung risiko. Salah atau gagal. Ketika mencoba sesuatu pertama kali, kita menghadapi risiko salah. Salah jalan, salah alamat, salah langkah, salah pengertian, salah perkiraan, dan masih banyak kemungkinan kesalahan lainnya. Ketika pertama kali membangun bisnis, tidak sedikit pebisnis yang melakukan berbagai kesalahan: salah dalam membuat perencanaan, salah dalam memprediksi biaya dan pendapatan, salah dalam menebak selera pasar. Kesalahan yang bertumpuk bisa juga mengarah pada kegagalan: gagal dalam ujian, gagal dalam membangun bisnis, gagal dalam membukukan memecahkan rekor. Namun, dari kesalahan ini kita juga bisa banyak belajar, agar kali berikutnya, kesalahan tidak perlu diulang lagi. Hal ini juga sangat mempengaruhi terciptanya 'Finding Neverland'.

Ketidaknyamanan : Apa pun yang dilakukan untuk pertama kalinya, pasti tidak langsung sempurna. Ada proses ketidaknyamanan yang terlibat (jatuh, ragu-ragu, berbuat kesalahan, kegagalan, tersesat). Semua ini memang bagian dari pertumbuhan. Ketika gigi bayi pertama kali akan tumbuh, sang bayi juga mengalami demam. Jika seorang anak kelas 6 SD ingin naik ke Sekolah Menengah, ia juga harus mengalami ketidaknyamanan belajar untuk ujian, dan mengambil ujian tersebut, sebelum akhirnya dinyatakan lulus melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi. Demikian pula dengan sukses. Ketika kita akan meraih sukses, kita harus berani mengambil risiko untuk merasa tidak nyaman. Karena sukses terjadi, ketika kita melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya: membuat barang dengan kualitas yang lebih baik, melayani pelanggan dengan layanan yang lebih prima, memasarkan produk dan jasa dengan strategi yang lebih efektif. Semua kelebihan ini hanya bisa diraih jika kita mau mengambil risiko untuk merasa tidak nyaman ketika mencoba sesuatu untuk pertama kali. Proses inilah yang membentuk terciptanya 'Finding Neverland' dalam otak dan pikiran seseorang.

Bagaimana bisa mewujudkannya dengan baik?

Setelah kita sadar bahwa melakukan sesuatu untuk pertama kali (sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya) bisa membuka jalan menuju sukses, lalu apa yang harus kita lakukan?

Mimpi : Manusia bisa mencapai bulan, karena Jules Vernes yang menuliskan mimpinya dalam buku cerita tentang tokoh yang berhasil pergi ke bulan. Manusia bisa menikmati perjalanan dari satu benua ke benua lain melalui udara, hanya dalam bilangan jam, karena dua bersaudara Wright yang berhasil merealisasikan mimpi mereka untuk terbang seperti burung. Mimpi inilah yang akan menjadi pendorong kita untuk mencoba hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Tanpa mimpi, kita tidak akan punya keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Tanpa mimpi, kita tidak akan pernah punya keinginan untuk mencoba kemampuan baru, untuk membukukan sukses.

Keberanian : Mimpi hanyalah tinggal mimpi jika kita tidak punya keberanian untuk mewujudkannya. Ray Kroc yang sudah memasuki usia 50 tahun tidak akan pernah menjadi seorang yang superkaya yang memiliki gerai makanan cepat saji yang tersebar di seluruh benua, jika ia tidak memiliki keberanian untuk mencoba membangun usaha sendiri yang belum pernah ia lakukan sebelumnya (sebelumnya ia hanyalah seorang karyawan yang bekerja untuk orang lain ataupun perusahaan lain). Dengan keberanian, Ray Kroc mencoba membangun usaha sendiri, dengan membeli restoran McDonald bersaudara yang dianggapnya bisa menjalankan usaha makanan yang unik (cepat saji).

Perencanaan : Keberanian tanpa perencanaan adalah bunuh diri. Perencanaan tanpa keberanian adalah sia-sia. Jadi kedua elemen ini harus ada jika kita ingin meraih sukses. Seperti para atlet menyusun rencana sukses untuk memenangkan pertandingan, seperti tentara di medan perang menyusun rencana untuk mengalahkan lawan, demikian pula dengan orang-orang yang ingin meraih sukses. Suskes perlu dipetakan dalam sebuah rencana. Peta inilah yang akan dijadikan pedoman untuk mengeksplorasi daerah-daerah baru, kemampuan baru, pengalaman baru, strategi baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Semua hal-hal yang baru ini membuka pintu kesempatan yang tidak terbatas untuk meraih sukses.

Sudahkah kamu melakukan sesuatu untuk pertama kalinya di hari ini?

Belum?
Mengapa tidak kamu coba sekarang?

Ingat!
Sesuatu yang baru bisa saja membuka wawasan baru dan segala macam kemungkinan untuk meraih sukses yang baru pula.

Dont give up to keep finding your neverland!

Well, Selamat mencoba!

(Inspired on a true amazing "Finding Neverland" documentary by TLC Tv's program)

Tuesday, February 8, 2011

Cinta Abadi = Doa



Sebentuk Legenda bernama Cinta

Seandainya Juliet tidak minum racun. Seandainya putri Aurora tidak tidur seribu tahun. Seandainya Cinderella keburu mati sebelum bertemu peri. Seandainya... Aa Gym mencerai lebih dahulu istrinya Teh Ninih. Seandainya bom nuklir tidak tercipta. Maka, kamu boleh percaya bahwa di dunia ini memang pernah ada yang namanya cinta abadi.

Namanya juga cinta abadi, tentu saja berkualitas tinggi, kualitet terjamin oleh segala godaan dan rangsangan dalam banyak bentuknya. Biar terhalang ombak samudra, biar terpisah oleh pegunungan tinggi, pokoknya hanya dia dan dia di hati. Namun percayalah, bahwa "dia" yang dimaksud bukanlah sosok seseorang.

Cinta bukan bentuk gambaran persona, seorang manusia. Cinta adalah ekspresi imajinatif. Sebentuk langgam bayangan di kepala tentang bagaimana memperlakukan kesepian. Perasaan itu akan abadi. Sementara, manusia dalam bayangan itu berubah-ubah.

Yang Bertahan dalam Cinta

Pasangan silih berganti, kamu tetaplah kamu. Membutuhkan pelepasan emosi dari tekanan hidup. Sampai hatimu berlabuh pada dermaga yang lapang dan mengerti dirimu. Perasaan nyaman itu bertahan tak berbilang, bagai rasa asin dalam tahu sumedang. Abadi bila tidak basi. Seperti pasangan almarhum dan almarhumah, Rd Mochtar dan Roekiah. Tampan, cantik menawan, monogami, sampai mati. Cinta mereka berubah jilid dari tahun ke tahun. Tapi manusianya tetap sama. Dan, itu bukan dalam bayangan.

Resepnya sederhana. Cinta abadi adalah doa. Dan, milik mereka yang gemar berdoa pada Tuhan. Yang mengikatnya adalah pernikahan, dan pernikahan dengan bimbingan Tuhan, cenderung awet, bahkan niscaya sampai kehidupan itu berulang-ulang dalam reinkarnasi tanpa henti.

Cinta abadi dengan demikian telah menjadi serenade, dan bukan lagu biasa. Serenade yang tenang bagai riak air dalam kolam. Tidak pernah ada gelombang yang memecah dan merusaknya. Kecuali jika kau percaya adanya perselingkuhan.

Selingkuh Akhiri Keabadian Itu

Bila hubunganmu tengah membatu, dan mata bor mana pun sulit memecahnya. Begitu sering serong menjadi jawaban instan. Serong, main mata, main gila, memang tindakan dalam kegelapan. Berbeda dengan cinta-baru di mana setiap pasangan tengah saling memberitahu bahwa cinta mereka dalam bentuk yang gagal dan tidak bisa dipertahankan lagi. Serong atau selingkuh adalah sebuah pengkhianatan kepada cinta tanpa saling mengetahui. Pelakunya orang pandir yang tidak pantas dititipi sesuatu lagi, walaupun itu hanya sekedar tusuk gigi.

Kisah tragis dari masa lampau, antara Helen dari Troya, yang membinasakan puluhan ribu jiwa karena kisah perselingkuhan tidak bisa tidak merupakan peringatan bahwa serong merupakan jeruji dari kejahatan. Karena, perselingkuhan telah merusak kemungkinan cinta untuk menjadi abadi.

Barangkali, memang sebaiknya memilih titik aman. Mempercayakan keabadian cinta pada Tuhan. Dengan memutuskan menikah pada dia yang tepat. Dan, lantas berdoa tanpa mengingat kisah Cinderella.